Senin, 10 Maret 2014

Warga Desak Jalur Wisata Diperlebar

Posted by Unknown 11.36

Jalur wisata dari Desa Tegalgondo-Janti sangat sempit, warga meminta agar Pemkab Klaten memperluas. Foto oleh : BUDI RAHARJO / JOGLO POS Jalur wisata dari Desa Tegalgondo-Janti sangat sempit, warga meminta agar Pemkab Klaten memperluas. 

POLANHARJO – Warga Desa Janti dan Sidowayah, Kecamatan Polanharjo mendesak Pemkab Klaten untuk segera memperluas jalur wisata dari Tegalgondo hingga Desa Janti. Jalur itu oleh warga dinilai sangat sempit mengingat untuk berpapasan dua kendaraan roda empat, khususnya truk sangat sulit. Selain sempit, jalur wisata itu kondisinya juga miring lantaran tak adanya talud jalan di sejumlah titik.

Kepala Desa (Kades) Sidowayah, Hapsoro SH mengakui jika jalur wisata yang melintas di desanya itu memang sempit, lebarnya hanya kurang 3 meter, padahal selain terkenal dengan jalur wisata, jalur itu merupakan jalur alternatif menuju wilayah Boyolali.

Hapsoro juga menyayangkan tak adanya penerangan jalan di jaur itu, padahal jika malam hari, kondisi jalan milik DPU Klaten itu sangat gelap dan sepi. “Gelapnya lokasi juga berpengaruh terhadap seringnya kecelakaan di lokasi tersebut. Sebetulnya jalur tersebut oleh Pemkab Klaten melalui Dinas PU telah dipasangai penerangan jalan, namun saat ini tak satupun lampu penerangan jalan yang masih hidup,” terang Hapsoro kepada Joglo Pos, Jumat (19/10).

Hapsoro mengisahkan, pada Kamis (18/10) lalu sebuah truk terperosok ke sawah saat melintas di desanya, tepatnya sekitar pancingan Nurlinda. Truk itu awalnya melaju dari arah barat atau Janti, sesampainya dilokasi truk berpapasan dengan mobi L 300 dari arah timur. “Lantaran jalan sempit maka pengemudi truk tak dapat menguasai setir dan akhirnya terperosok ke sebeah utara jalan. Beruntung tak ada korban dalam insiden itu,” kisah Hapsoro.

Sempitnya jalur tegalgondo-Janti juga dikeluhkan Camat Polanharjo, Drs Agus Salim. Dia mengusulkan perluasan jalur itu sejak tiga tahun silam, namun hingga saat ini Pemkab Klaten belum merealisasikannya. Padahal sebagai jalur wisata, pengunjung dari Solo, Sukoharjo dan sekitarnya dipastikan melewati jalur itu jika menuju ke obyek wisata OMAC maupun obyek wisata pemancingan Janti.

“Apalagi jalur itu nantinya juga digunakan pengunjung menuju kawasan minapolitan Karanganom, Tulung dan Polanharjo (Kalungharjo). Sehingga Pemkab Klaten harus sejak dini memperbaiki jalur itu,” tandas H Hartono. (bud)

  • Blog Desa Wangen Polanharjo