Foto oleh : BUDI RAHARJO / JOGLO POS
Jalur wisata dari Desa Tegalgondo-Janti sangat sempit, warga meminta agar Pemkab Klaten memperluas.
POLANHARJO – Warga Desa Janti dan Sidowayah,
Kecamatan Polanharjo mendesak Pemkab Klaten untuk segera memperluas
jalur wisata dari Tegalgondo hingga Desa Janti. Jalur itu oleh warga
dinilai sangat sempit mengingat untuk berpapasan dua kendaraan roda
empat, khususnya truk sangat sulit. Selain sempit, jalur wisata itu
kondisinya juga miring lantaran tak adanya talud jalan di sejumlah
titik.
Kepala Desa (Kades) Sidowayah, Hapsoro SH mengakui jika jalur
wisata yang melintas di desanya itu memang sempit, lebarnya hanya kurang
3 meter, padahal selain terkenal dengan jalur wisata, jalur itu
merupakan jalur alternatif menuju wilayah Boyolali.
Hapsoro juga
menyayangkan tak adanya penerangan jalan di jaur itu, padahal jika malam
hari, kondisi jalan milik DPU Klaten itu sangat gelap dan sepi.
“Gelapnya lokasi juga berpengaruh terhadap seringnya kecelakaan di
lokasi tersebut. Sebetulnya jalur tersebut oleh Pemkab Klaten melalui
Dinas PU telah dipasangai penerangan jalan, namun saat ini tak satupun
lampu penerangan jalan yang masih hidup,” terang Hapsoro kepada Joglo
Pos, Jumat (19/10).
Hapsoro mengisahkan, pada Kamis (18/10) lalu
sebuah truk terperosok ke sawah saat melintas di desanya, tepatnya
sekitar pancingan Nurlinda. Truk itu awalnya melaju dari arah barat atau
Janti, sesampainya dilokasi truk berpapasan dengan mobi L 300 dari arah
timur. “Lantaran jalan sempit maka pengemudi truk tak dapat menguasai
setir dan akhirnya terperosok ke sebeah utara jalan. Beruntung tak ada
korban dalam insiden itu,” kisah Hapsoro.
Sempitnya jalur
tegalgondo-Janti juga dikeluhkan Camat Polanharjo, Drs Agus Salim. Dia
mengusulkan perluasan jalur itu sejak tiga tahun silam, namun hingga
saat ini Pemkab Klaten belum merealisasikannya. Padahal sebagai jalur
wisata, pengunjung dari Solo, Sukoharjo dan sekitarnya dipastikan
melewati jalur itu jika menuju ke obyek wisata OMAC maupun obyek wisata
pemancingan Janti.
“Apalagi jalur itu nantinya juga digunakan
pengunjung menuju kawasan minapolitan Karanganom, Tulung dan Polanharjo
(Kalungharjo). Sehingga Pemkab Klaten harus sejak dini memperbaiki jalur
itu,” tandas H Hartono. (bud)